Rabu, 28 September 2011

Kecamuk

Bismillahhirrahmannirrahim...

Aku tak tau harus memulai dari mana,
terlalu banyak yg ingin ku ungkapkan. Terlalu dalam pedih ini ku pendam. Untuk seseorang disana, untuk seseorang yg sangat kucinta, seseorang yg membuatku tak mampu menoleh wajah ke yg lainnya. Seseorang yg selalu ku harap kelak menjadi kekasih ku yg sesungguhnya. Meski entah berapa juta bahkan trilliun kali dia membuatku menangis. Ya!!! Acapkali dia melukaiku, dan aku selalu saja memaafkannya pd akhirnya. Aku tau aku tak sempurna, aku penuh dosa, aku penuh khilaf. Aku sangat tau aku tidak cukup baik utknya. Dia sering mengucapkan itu, "Yeni yg gak pernah mau mengerti abang". Padahal bagiku aku sudah sangat berusaha untuk mengerti akan dirinya, hatinya juga kondisinya. Aku sudah jauh lebih baik dari dulu, aku sedikit demi sedikit mengikis egoisku, mencoba mnjadi yg terbaik utknya! Tapi sekali lagi ITU SEMUA GA BERARTI APA2 BAGINYA!! Dulu dia tak begini, dulu dia sangat mencintai ku, dia memperlakukan aku dengan sangat baik, dia berusaha menjadi yg terbaik utkku. Tapi itu dulu, dulu sekali saat hatiku tak seutuhnya utknya.
 Dan kini, semuanya terbalik 280 derajat. Baru saja pertengkaran terjadi lagi, dan aku memakinya!! kata yg tak sepantasnya aku ucapkan!!Aku sudah tak tahan lagi. Dia membuatku merasa dunia ku runtuh, seolah aku tak punya harga diri lgi!! Cuiih...
Sesak sekali dadaku, pandangan ku gelap. aku seolah dikelilingi jutaan Setan, batinku aneh.
Mungkin ini saatnya, aku tak kan pernah mau lagi kau jadi kan pelampiasanmu.
jika kau masih tidak sadar kenapa aku bisa sehisteris tadi, maka ini akhir dari segalanya.
aku tak mau kau sakiti lagi!!!